Berada di sebelah orang pikun terkadang bisa ikut-ikutan pikun, meski
biasanya pengaruhnya hanya sebatas sugesti. Namun sebuah penelitian
terbaru mengungkap, pikun benar-benar bisa menular lewat
protein seperti
pada penyakit sapi gila.
Protein jahat yang disebut prion
tersebut awalnya adalah protein normal, namun rusak akibat infeksi kuman
tertentu yang belum diketahui pasti. Prion sendiri tidak menular, namun
kuman yang membentuk prion bisa ditularkan seperti yang terjadi pada
penyakit sapi gila.
Saat terakumulasi di otak, prion-prion itu
akan membentuk plak atau kerak. Jika jumlahnya semakin banyak,
keberadaan kerak-kerak itu akan merusak susunan saraf dan memicu
penyakit Alzheimer, salah satu bentuk kepikunan yang banyak diderita
para lansia.
"Temuan kami menunjukkan bahwa kemungkinan besar
Alzheimer juga bisa ditularkan lewat infeksi, sama seperti penyakit lain
yang dipicu oleh prion" ungkap Prof Claudio Soto dari University of
Texas yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip dari MSNBC,
Kamis (6/10/2011).
Prof Soto menyimpulkan hal itu setelah
menyuntikkan sampel jaringan otak manusia yang menderita Alzheimer ke
otak tikus. Sel-sel otak tikus yang semua normal, jadi ikut-ikutan rusak
dengan pola kerusakan yang sama dengan otak para penderita Alzheimer.
Meski
demikian, Prof Soto mengakui bahwa kesimpulannya masih terlalu awal dan
sama sekali belum final. Mekanisme ini baru ditemukan dalam kondisi
buatan yang sengaja diciptakan di laboratorium, belum ada bukti kuat
bahwa itu bisa terjadi pada kondisi aslinya.
Dalam waktu dekat,
Prof Soto baru akan mengembangkan peneltiian ini untuk menyelidiki
kemungkinan mekanisme penularan prion Alzheimer antara manusia. Namun
kesimpulan awal dari eskperimen pada tikus sudah dipublikasikan dalam
jurnal Molecular Psychiatry edisi 4 Oktober 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar