Jakarta -
Menghadapi orang yang labil dan tidak punya pendirian memang
menyebalkan, karena sewaktu-waktu bisa berubah pikiran. Menurut
penelitian, seseorang bisa menjadi tidak tegas, labil atau mudah berubah
pikiran karena kadar gula dalam darahnya sedang ada di titik terendah.
Ketegasan
seseorang dalam mengambil keputusan sangat dipengaruhi oleh
kemampuannya untuk melakukan kontrol diri. Di dalam otak manusia,
kemampuan kontrol diri tersebut dikendalikan oleh salah satu bagian yang
disebut dengan fronto median cortex.
Untuk bisa berfungsi dengan
baik, fronto median cortex membutuhkan glukosa atau gula yang diambil
dari dalam darah. Makin keras otak bekerja, makin banyak glukosa yang
terpakai sehingga kadarnya di dalam darah lama kelamaan akan terus
berkurang.
Ketika kadar gula berkurang, kemampuan otak manusia
untuk melakukan kontrol diri juga akan menurun. Akibatnya seseorang
menjadi tidak tegas, labil dan mudah sekali berubah pikiran ketika
berhadapan dengan situasi-situasi yang dianggapnya rumit.
Pendapat
tersebut termuat dalam buku berjudul 'Willpower: Rediscovering The
Greatest Human Strength', karangan Roy F Baumeister dan John Tierney.
Buku yang ditulis berdasarkan sebuah hasil penelitian ini sempat menjadi
best seller di Amerika Serikat.
Penelitian yang mendasari isi
buku ini dilakukan terhadap kelompok yang sangat beragam, mulai dari
para narapidana di Finlandia hingga murid-murid SD di Amerika Serikat.
Para peneliti mengamati sifat dan perilaku para partisipan, lalu
membandingkannya dengan hasil pemeriksaan gula darah.
Menurut
hasil penelitian, emosi dan kepribadian para partisipan relatif mudah
berubah ketika kadar gulanya sedang rendah. Karena itulah, orang-orang
yang sedang gelisah kadang-kadang lebih suka ngemil kue daripada buah
karena tubuhnya butuh gula yang bisa langsung diserap.
Buku ini
juga menyarankan, jika seseorang ingin emosinya lebih stabil maka pola
tidur yang baik harus selalu dijaga. Saran ini cukup masuk akal, karena
istrirahat yang cukup membuat cadangan gula tidak cepat habis sehingga
emosinya bisa lebih stabil.
"Orang dewasa kadang-kadang suka
melakukan perubahan singkat pada pola tidurnya dan hasilnya mereka jadi
mudah kehilangan kontrol diri," ungkap para penulis seperti dikutip dari
Indiavision, Selasa (18/10/2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar